03 Desember 2019 15:16 wib
  • pendidikan

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam kembali mengadakan Studium Generale dalam rangka menyatukan visi dan misi antara mahasiswa yang baru mengawali perkuliahannya di FUSI (Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam). 

Dalam Studium general kali ini, Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir dipercaya menjadi tim panitia yang langsung di ketuai oleh Dr. H. Sugeng Wanto, M.Ag. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 2019 di Aula Maad Jamiah (Rusunawa) UIN Sumatera Utara Medan.

Dalam membuka Studium Generale ini Dekan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam menyampaikan bahwa mahasiswa FUSI tidak perlu ragu dalam menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan studinya di FUSI, karena pada dua tahun belakangan pemerintah telah menyiapkan tempat bagi mahasiswa FUSI untuk ikut serta dalam sektor pendidikan. Jadi lulusan S1 FUSI bisa menjadi guru seperti mahasiswa-mahasiswa lainnya yang ada di Fakultas Tarbiah dan Keguruan.

Berkaitan dengan momen Maulid Nabi Muhammad, tema dari Studium General kali ini adalah “ Aktualisasi Quranic Spiritual Leadership (QSl) Nabi Muhammad SAW Dalam mewujudkan Mahasiswa/i Fakultas Ushuluddin Dan Studi Islam UIN SU Medan yang Qurani dan Robbani”. Dan yang menjadi pemateri dalam Studium General ini adalah Prof. Dr. H. Zainal Arifin Zakaria, Lc. MA dan Dr. Fuji Rahmadi, MA.

Ada beberapa hal yang ditekankan oleh pemateri yaitu dalam mencontoh leadership-nya Rasulullah kita kembali pada Alquran. Alquran adalah pedoman bagi kita dalam segala aspek kehidupan termasuk bagaimana caranya memimpin dan dipimpin. Kejayaan umat Islam dimulai sejak Rasulullah memimpin. Rasulullah adalah pemimpin agama dan negara yang sukses, sepeninggalan Rasulullah beliau meninggalkan dua pedoman yaitu Alquran dan Hadis yang jika diikuti maka jalan umat-umat selanjutnya akan sukses pula. Terbukti pada beberapa kekhalifahan, umat Islam mampu menguasai sepertiga dunia.